Madu Lebah Apis Melifera Bisa Kuatkan Tulang?

Lebah madu menghasilkan beberapa produk yang memiliki kegunaan baik untuk lebah itu sendiri maupun untuk manusia. Salah satu lebah lokal yang dikenal masyarakat adalah lebah madu jenis Apis mellifera spp. Hasil lain dari lebah madu antara lain royal jelly, propolis, tepung sari atau pollen, malam lebah atau beeswax, dan racun lebah atau beevenom. Kandungan aktif pada madu terdiri dari polyphenolic compound lebih dari 150 substansi termasuk phenolic acid, flavanoids, flavanols, catechins, dan derivate cinnamic acid.

Flavanoid merupakan senyawa kimia yang bersifat anti bakteri, antifungal, antiviral, antioksidan dan antiinflamasi. Flavanoid juga memiliki peran dalam melindungi tulang melalui mekanisme aktivasi antioksidan, agen anti inflamsi yang berkorelasi pada cedera tulang, agen pro-aoteoblastik, antiosteoklastogenesis, antioimunologi. Polifenol dan saponin juga berpengaruh pada aktivasi osteoblas yang mengarah ke perbaikan tulang.

Tulang manusia sebagai bagian dari sistem gerak adalah jaringan yang kak dan kuat, dengan salah satu fungsi menopang tubuh. Namun, bila mendapat tekanan dari luar yang melebihi kekuatannya, tulang dapat patah. Kondisi ini kemudian disebut dengan fraktur atau patah tulang. Tekanan dari luar tersebut umumnya terjadi saat mengalami jatuh, kecelakaan atau cedera lainnya. Namun, penyebab fraktur bisa berupa kondisi medis yang melemahkan tulang seperti osteoporosis.

Osteoporosis saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan global. Bahkan, osteoporosis telah menjadi 10 penyakit degenaratif teratas di dunia oleh WHO. Pada dasarnya, semua makanan yang sehat dan bergizi mampu membantu pemulihan kondisi patah tulang atau gangguan pada struktur tulang yang dialami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.