Madu: Apakah Ada Manfaat Kesehatan?

Madu: Apakah Ada Manfaat Kesehatan?

Madu adalah makanan yang dibuat oleh lebah untuk lebah, tetapi banyak orang juga menikmatinya. Manusia telah menghargai madu karena rasanya yang manis selama ribuan tahun. Beberapa peneliti mengatakan madu lebih dari sekadar pemanis. Ini mungkin juga memiliki manfaat kesehatan, meskipun ada sedikit bukti untuk beberapa kegunaan obatnya .

Madu mentah berasal langsung dari sarang lebah. Beberapa produsen madu melewatkan zat tersebut melalui saringan kasar untuk menghilangkan benda asing, tetapi tetap merupakan makanan yang belum diproses. Sebagian besar madu yang dijual di toko melewati proses pemanasan agar tidak lengket dan lebih mudah disaring.

Suhu tinggi mempasteurisasi madu dan menghancurkan sel-sel ragi di dalamnya yang dapat menyebabkan fermentasi yang tidak diinginkan.

Informasi nutrisi
Madu pada dasarnya adalah gula. Ini sebenarnya lebih tinggi kalori daripada gula putih biasa yang digunakan untuk memasak atau memanggang. Karena lebih manis, Anda mungkin perlu lebih sedikit jika menggunakannya sebagai pengganti. Juga, madu menambah rasa yang tidak dimiliki gula putih.

Satu sendok makan madu mengandung:

Kalori: 64
Protein: 0 gram
Lemak: 0 gram
Karbohidrat: 17 gram
Serat: 0 gram
Gula: 17 gram

Madu mengandung beberapa vitamin dan mineral dalam jumlah kecil, termasuk sejumlah kecil:

a. Besi

b. Zink

c. Kalium

Madu mentah tidak lebih unggul dari madu olahan dalam nutrisi atau manfaat kesehatan. Para peneliti menemukan bahwa pemrosesan tidak mempengaruhi nilai gizi atau tingkat antioksidan madu.

Potensi Manfaat Kesehatan dari Madu
Meski bukan sumber nutrisi yang kaya, beberapa orang menganggap madu sebagai makanan kesehatan. Ada sedikit atau tidak ada bukti untuk banyak klaim umum tentang madu, tetapi penelitian mendukung beberapa hal berikut:

1. Efek anti-inflamasi

Madu mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari peradangan . Peradangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, kanker, dan gangguan autoimun . Satu studi menemukan bahwa antioksidan dalam madu soba terdeteksi dalam plasma darah, menunjukkan bahwa makan madu dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh.

2. Pereda Batuk untuk Anak

Otoritas kesehatan tidak merekomendasikan obat yang dijual bebas untuk mengobati batuk dan pilek pada anak kecil . Beberapa orang tua mungkin mencari solusi alami. Dalam satu penelitian, dua sendok teh madu meredakan batuk malam hari anak-anak dan memungkinkan mereka untuk tidur. Namun, dokter tidak merekomendasikan praktik ini untuk anak di bawah satu tahun.

Potensi Risiko Madu
Madu adalah makanan yang aman bagi kebanyakan orang, tetapi tidak untuk semua orang. Berikut adalah beberapa potensi risiko makan madu, termasuk madu mentah:

1. Botulisme pada Bayi

Anda sebaiknya tidak memberikan madu kepada bayi di bawah 12 bulan. Madu mengandung partikel debu yang dapat membawa spora bakteri penyebab botulisme . Bayi kurang tahan terhadap banyak kuman, dan mereka bisa menjadi sangat sakit. Menggunakan madu dalam memasak makanan untuk anak-anak harus aman, karena panas menghancurkan sebagian besar bakteri.

2. Alergi

Mereka yang rentan terhadap alergi harus berhati-hati dalam mengonsumsi madu. Meskipun alergi madu jarang terjadi, mereka memang terjadi. Mungkin ini karena serbuk sari lebah di dalam madu. Bee pollen adalah campuran serbuk sari dan enzim pencernaan dari lebah. Ini dapat memicu reaksi alergi yang serius.

Beberapa orang mengatakan bahwa makan madu lokal meningkatkan alergi musiman mereka . Mereka percaya serbuk sari dalam madu membuat mereka peka terhadap serbuk sari di udara. Tidak ada cukup bukti untuk mendukung hal ini. Mengandalkan madu daripada mencari perawatan medis untuk alergi pernapasan bisa berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.